Hai....
Saya esDee. Saya adalah seorang penulis lagu yang menempatkan rasa dan cerita sebagai fondasi utama dalam setiap karya. Setiap lirik lahir dari pengalaman, perenungan, dan nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan keseharian. Dalam proses aransemen, saya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu kreatif untuk memperkaya eksplorasi musikal. Bagi saya, AI bukan pengganti jiwa dalam musik, melainkan mitra teknis yang membantu menerjemahkan emosi menjadi komposisi yang lebih utuh, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya percaya bahwa musik terbaik adalah musik yang jujur, yang mampu menyentuh hati tanpa kehilangan identitas penciptanya.
Dibawah ini adalah lirik2 lagu ciptaan saya, yang menggunakan AI untuk menjadikannya sebuah lagu yang enak didengar dan dinikmati. Kamu juga bisa mengunjungi Channel Youtube-nya disini esDeeSongS Music Channel
Saya esDee. Saya adalah seorang penulis lagu yang menempatkan rasa dan cerita sebagai fondasi utama dalam setiap karya. Setiap lirik lahir dari pengalaman, perenungan, dan nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan keseharian. Dalam proses aransemen, saya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu kreatif untuk memperkaya eksplorasi musikal. Bagi saya, AI bukan pengganti jiwa dalam musik, melainkan mitra teknis yang membantu menerjemahkan emosi menjadi komposisi yang lebih utuh, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya percaya bahwa musik terbaik adalah musik yang jujur, yang mampu menyentuh hati tanpa kehilangan identitas penciptanya.
Dibawah ini adalah lirik2 lagu ciptaan saya, yang menggunakan AI untuk menjadikannya sebuah lagu yang enak didengar dan dinikmati. Kamu juga bisa mengunjungi Channel Youtube-nya disini esDeeSongS Music Channel
Jendela Yang Tak Lagi Terbuka
Jendela Yang Tak Lagi Terbuka by esDee
Dulu kau izinkan aku masuk
Ke ruang sunyi di balik senyummu
Kau buka tirai rahasia hati
Dan aku duduk di sisi mimpimu
Lewat matamu kulihat dunia
Lebih hangat dari cahaya pagi
Segala luka terasa reda
Saat namaku kau panggil pelan sekali
Tak pernah kusangka berubah arah
Angin yang dulu begitu ramah
Kini jendela itu tertutup rapat
Tak ada lagi celah untukku singgah
Wajahku hanya bayang yang lewat
Di kaca bening yang tak lagi ramah
Aku cuma pantulan asing
Di dunia yang dulu kupanggil pulang
Kau berdiri di balik diam
Seolah tak pernah ada cerita
Semua tawa yang pernah dalam
Kini jadi gema tanpa suara
Masih kuingat cahaya itu
Yang dulu jatuh di pelupuk mata
Tapi kini yang tersisa hanya
Dingin yang tak bisa kujelaskan kata
Andai bisa kuputar waktu
Akan kutanya apa salahku
Mengapa pintu yang dulu terbuka
Kini tak lagi mengenalku
Jendela itu tertutup rapat
Dan aku belajar untuk berlalu
Meski bayangku masih melekat
Di kaca yang tak lagi milikku
Jika suatu hari kau membukanya lagi
Semoga bukan aku yang kau sesali
Jendela Yang Tak Lagi Terbuka by esDee
Dulu kau izinkan aku masuk
Ke ruang sunyi di balik senyummu
Kau buka tirai rahasia hati
Dan aku duduk di sisi mimpimu
Lewat matamu kulihat dunia
Lebih hangat dari cahaya pagi
Segala luka terasa reda
Saat namaku kau panggil pelan sekali
Tak pernah kusangka berubah arah
Angin yang dulu begitu ramah
Kini jendela itu tertutup rapat
Tak ada lagi celah untukku singgah
Wajahku hanya bayang yang lewat
Di kaca bening yang tak lagi ramah
Aku cuma pantulan asing
Di dunia yang dulu kupanggil pulang
Kau berdiri di balik diam
Seolah tak pernah ada cerita
Semua tawa yang pernah dalam
Kini jadi gema tanpa suara
Masih kuingat cahaya itu
Yang dulu jatuh di pelupuk mata
Tapi kini yang tersisa hanya
Dingin yang tak bisa kujelaskan kata
Andai bisa kuputar waktu
Akan kutanya apa salahku
Mengapa pintu yang dulu terbuka
Kini tak lagi mengenalku
Jendela itu tertutup rapat
Dan aku belajar untuk berlalu
Meski bayangku masih melekat
Di kaca yang tak lagi milikku
Jika suatu hari kau membukanya lagi
Semoga bukan aku yang kau sesali
