Hai....
Saya esDee. Saya adalah seorang penulis lagu yang menempatkan rasa dan cerita sebagai fondasi utama dalam setiap karya. Setiap lirik lahir dari pengalaman, perenungan, dan nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan keseharian. Dalam proses aransemen, saya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu kreatif untuk memperkaya eksplorasi musikal. Bagi saya, AI bukan pengganti jiwa dalam musik, melainkan mitra teknis yang membantu menerjemahkan emosi menjadi komposisi yang lebih utuh, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya percaya bahwa musik terbaik adalah musik yang jujur, yang mampu menyentuh hati tanpa kehilangan identitas penciptanya.
Dibawah ini adalah lirik2 lagu ciptaan saya, yang menggunakan AI untuk menjadikannya sebuah lagu yang enak didengar dan dinikmati. Kamu juga bisa mengunjungi Channel Youtube-nya disini esDeeSongS Music Channel
Saya esDee. Saya adalah seorang penulis lagu yang menempatkan rasa dan cerita sebagai fondasi utama dalam setiap karya. Setiap lirik lahir dari pengalaman, perenungan, dan nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan keseharian. Dalam proses aransemen, saya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu kreatif untuk memperkaya eksplorasi musikal. Bagi saya, AI bukan pengganti jiwa dalam musik, melainkan mitra teknis yang membantu menerjemahkan emosi menjadi komposisi yang lebih utuh, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya percaya bahwa musik terbaik adalah musik yang jujur, yang mampu menyentuh hati tanpa kehilangan identitas penciptanya.
Dibawah ini adalah lirik2 lagu ciptaan saya, yang menggunakan AI untuk menjadikannya sebuah lagu yang enak didengar dan dinikmati. Kamu juga bisa mengunjungi Channel Youtube-nya disini esDeeSongS Music Channel
Bunga Palsu
Di meja kamarku ada bunga darimu
Datang tanpa hadirmu, hanya rindu
Tertulis janji di selembar kata
“Cintaku bertahan sampai bunga terakhir layu”
Hari berganti, warnanya memudar
Satu per satu gugur dan pergi
Kupeluk sabar, kupercaya isyarat
Meski hatimu jauh di seberang hari
Kupikir cinta akan ikut layu
Bersama kelopak yang jatuh perlahan
Namun kau simpan makna yang utuh
Di balik diam dan penantian
Tinggal satu batang tersisa di vas
Tak berubah, tetap indah dan cerah
Aku bertanya pada sepi yang jujur
Mengapa waktu tak menyentuhnya
Saat kusentuh, ternyata tak rapuh
Bunga palsu yang kau sembunyikan
Baru kupahami janji hatimu
Cinta yang tak akan pernah berakhir
Kini ku tahu maksud doamu
Di setiap jarak dan kepergian
Cintamu hidup tanpa layu
Abadi, tak dimakan zaman
Seperti bunga terakhir itu
Cintamu tinggal, selamanya utuh
Di meja kamarku ada bunga darimu
Datang tanpa hadirmu, hanya rindu
Tertulis janji di selembar kata
“Cintaku bertahan sampai bunga terakhir layu”
Hari berganti, warnanya memudar
Satu per satu gugur dan pergi
Kupeluk sabar, kupercaya isyarat
Meski hatimu jauh di seberang hari
Kupikir cinta akan ikut layu
Bersama kelopak yang jatuh perlahan
Namun kau simpan makna yang utuh
Di balik diam dan penantian
Tinggal satu batang tersisa di vas
Tak berubah, tetap indah dan cerah
Aku bertanya pada sepi yang jujur
Mengapa waktu tak menyentuhnya
Saat kusentuh, ternyata tak rapuh
Bunga palsu yang kau sembunyikan
Baru kupahami janji hatimu
Cinta yang tak akan pernah berakhir
Kini ku tahu maksud doamu
Di setiap jarak dan kepergian
Cintamu hidup tanpa layu
Abadi, tak dimakan zaman
Seperti bunga terakhir itu
Cintamu tinggal, selamanya utuh
